Terus Mengalir Deklarasi di Berbagai Daerah, Pengamat: Ganjar Dianggap Bentuk Lain Jokowi

Pakar psikologi politik Untag Surabaya Andik Matulessy
Pengamat Politik UNTAG Surabaya

 

Surabaya - Deklarasi dukungan terhadap Ganjar Pranowo untuk Capres 2024 terus mengalir. Deklarasi dukungan bahkan telah tersebar di 34 provinsi dan dilakukan secara serentak pada Minggu (22/8).

Pengamat Politik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Andik Matulessy menyebut deklarasi dukungan itu ada karena Ganjar mempunyai jaringan yang luas. Salah satunya dari jaringan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

"Ganjar memiliki networking kuat. Dia juga ketua Kagama yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia," papar Andik kepada detikcom, Senin (23/8/2021).

"Selain itu kemunculan Ganjar dalam berbagai media sosial sangat mempengaruhi elektabilitas Ganjar. Karena medsos itu tak terbatas oleh jarak dan waktu," imbuhnya.

Tak hanya itu, antara Ganjar dan Jokowi disebut juga ada banyak kesamaan. Antara lain yakni mampu dekat dengan rakyat serta sudah dianggap ikon pemimpin yang merakyat.

"Ganjar juga dianggap sebagai bentuk lain dari Jokowi. Bagi masyarakat umum seperti itu. karena dipandang biasa mendatangi masyarakat kecil, dekat dengan mereka, gesturnya hangat dan dianggap sebagai ikon pemimpin yang merakyat," tambah Andik.

Meski begitu, Andik menilai jika Ganjar maju dalam Pilpres 2024, Ganjar akan menemui dua pilihan yang sulit. Itu karena ia yakin Ganjar akan sulit diusung oleh PDIP.

"Saya tetap yakin bahwa Ganjar tidak akan menjadi calon dari PDIP. Sehingga Ganjar harus punya mesin lain pendulang suara. Padahal kalau dari hasil Pileg dan Pilpres 2019, tidak ada korelasi antara pemilih caleg dengan pemilih capres dan wapres. Yang pilih parpol A belum tentu pilih capres yang sesuai dukungan parpolnya," jelasnya.

"Jadi hanya ada dua pilihan Ganjar, patuh pada keputusan PDIP atau mencari perahu parpol lain," tandas Andik.