Sesosok Mayat Ditemukan di Bawah JPM Merupakan Warga Waiheru

AMBON - BERITA MALUKU. Sesosok mayat ditemukan tak bernyawa di bawah tiang 11 Jembatan Merah Putih (JPM) berjarak sekitar 50 meter dari pantai Desa Rumahtiga Kecamatan Teluk Ambon.


Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi terlentang dengan menggunakan baju kaos/sweater warna hitam dan celana panjang jeans warna biru.

Menurut keterangan saudara Remon Sulilatu (48) warga Galala Desa Hatiwe kecil RT 02/RW 02 Kecamatan Sirimau, Ambon awalnya sekitar pukul 10.30 WIT, yang bersangkutan sementara membawa penumpang dengan perahu dari Galala menuju Pohon Mangga Desa Rumahtiga.

Setelah selesai mengantar penumpang, sekembali ke arah Galala, namun dipertengahan JMP (sekitar 10 meter dari TKP) yang bersangkutan melihat pada tiang JMP seperti ada sesosok orang yang sementara tidur terlentang di bawah tiang JMP.

Pukul 10.46 WIT, personil Polsek teluk Ambon tiba di TKP yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Teluk Ambon, Iptu Jounanda W Kusno, dan langsung mengamankan TKP, serta melakukan Pulbaket terhadap para saksi.

Pukul 12.10 WIT, Tim pemeliharaan JMP tiba di lokasi dengan membawa tangga mengecek situasi di bawah JMP. Dilanjutkan dengan Identifikasi olah TKP personil Sat Reskrim Polresta Ambon dan selanjutnya mengevakuasi jenazah.

Jenazah berhasil dievakuasi ke daratan Pantai Desa Rumahtiga Pukul 13.35 WIT, dengan menggunakan speed boat Martha Alfons 02 dalam keadaan aman. Proses evakuasi jenazah sulit dilaksanakan mengingat kondisi TKP yang tinggi dari permukaan laut.

Pukul 13.36 WIT, jenazah langsung diangkat dan di bawah ke Rumah Sakit Bahayangkara Tantui mengunakan Mobil Patroli Polsek Teluk Ambon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setibanya di RS Bhayangkara Tantui, orang tua korban datang untuk memastikan berita yang di dapat lewat HP jika benar itu anaknya atau bukan, setelah dipastikam ternyata benar korban adalah anaknya atas nama Firman Ali alias La Tole (20), alamat depan Asrama Haji Desa, Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Dari keterangan ibu korban menjelaskan bahwa semalam (jam belum dipastikan) korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek sempat minum minuman keras bersama tiga rekannya, kemudian mereka pergi keluar rumah entah kemana.

Ibu korban sempat melarang mereka keluar rumah, jika ingin minum di rumah saja tidak usah keluar rumah. Ibu korban tidak begitu mengenali rekan korban karena mereka baru saja datang ke rumah mereka di depan Asrama Haji Desa Waiheru.