Rusak Bertahun-Tahun, Warga Minta Pemda MBD Bangun Jembatan Watrupun Pulau Babar 


TEPA - BERITA MALUKU.
Warga Watrupun, Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) membangun kembali jembatan Watrupun yang rusak beberapa waktu lalu akibat termakan usia.


Permintaan masyarakat itu cukup beralasan sebab jembatan Watrupun selama ini dipergunakan untuk menghubungkan masyarakat dua kecamatan yang tinggal di Pulau Babar, yakni Babar Barat dan Babar Timur.

“Jembatan ini sudah rusak sejak tahun 2017 dan sampai saat ini belum diperbaiki,” ujar ibu Yoke Teurupun, warga dusun Watrupun yang juga diterima media ini, Jumat (27/8/2021).

Teurupun mengatakan, sejak jembatan Watrupun rusak dan ambruk, pihak terkait belum juga membangunnya, padahal gaung kerusakan jembatan ini sudah  diutarakan masyarakat setempat kepada pihak terkait, namun kini belum ditanggapi. Sehingga, masyarakat memakai pekarangan rumahnya sebagai jalan alternatif untuk menghubungkan dua kecamatan tersebut.

“Sejak jembatan itu rusak, saya merelakan  dan membantu warga menggunakan jalan di pekarangan rumah kami sebagai jalan alternatif selama beberapa tahun ini,” ujar Teurupun.

Sayangnya, kata Teurupun, selama menggunakan jalan alternatif, rumahnya menjadi korban lantaran kerapkali tersenggol mobil berukuran besar atau truck. Tentunya ini menjadi persoalan lantaran keberadaan keluarganya menjadi terancam.

“Kejadian penyenggolan truck mengenai rumah kami sudah dua kali, dan ini cukup membahayakan kami,” ungkap Teurupun.

Kendati demikian, Teurupjn tak melakukan penuntutan. Namun satu hal yang dimintakannya, supaya pemerintah daerah secepat mungkin menyingkapi persoalan perbaikan jembatan Watrupun, sehingga  mayarakat dua kecamatan itu bisa leluasa melakukan perjalanan dengan baik, dan juga keluarganya tak terancam lagi.

Dikatakan, jika persoalan ini tak kunjung disikapi maka terpaka pihak keluarga tak segan menutup jalan alternatif tersebut.

Hal senada disampaikan salah satu Tokoh Masyarakat Watrupun, Atus Teurupun, yang juga paman dari Yoke Teurupun. Atus meminta pemerintah daerah melihat persoalan ini dengan serius, dan jangan acuh terhadap kondisi tersebut, mengingat hal itu cukup membahayakan keselamatan keluarganya.

“Kami dari pihak keluarga meminta pihak pemerintah daerah membanguan jembatan ini secepatnya,” pinta tokoh masyarakat tersebut. (Eky/Andre l)