Pemda Maluku Koordinasi Penanganan Banjir Bandang di Kecamatan Siwalalat


AMBON - BERITA MALUKU.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku mengingatkan pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk melakukan tanggap darurat terhadap tiga desa di Kecamatan Siwalalat terdampak banjir bandang, yaitu Sabuai, Abuleta, dan Atiahu. 


"Kita koordinasi dengan Pemkab SBT untuk menangani, karena itu hanya tiga desa tergenang, kalau sifatnya masif baru kita turun kesana," ungkap Kepala BPBD Maluku, Hendrik Far-far dikonfirmasi, Senin (09/08/2021). 


Walaupun demikian, pihaknya insentif berkoordinasi dengan pemkab SBT terkait laporan bencana di tiga desa dimaksud. 


"Semua tergantung Pemkab SBT, kalau dampaknya besar berdasarkan laporan mereka baru diproses lebih lanjut," ucapnya. 


Untuk itu, menurutnya laporan bencana harus secepatnya disampaikan kepada pemerintah provinsi Maluku, sehingga bisa dilakukan penanganan lebih lanjut. 


"Yang jelas sudah dikoordinasikan, masyarakat dan pemkab juga harus menyampaikan surat dan melaporkan kepada Gubernur, lalu kemudian mengirim seluruh foto dekomentasoi terkait itu," pintanya. 


Dalam rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi, berlangsung di balai rakyat Karang Panjang, Ambon, Jumat (06/08/2021), Wakil Gubernur mengaku sudah perintahkan Plh Sekda Sadlie Ie, Kepala BPBD Hendrik Far-Far, dan Kepala Dinas PUPR Muhammad Marasabessy untuk membuat surat untuk penanganan banjir di kecamatan Siwalalat.


"Soal fisik kita tangani, tetapi kalau pengungsi kita minta plh Sekda menyurat Bupati untuk menanganinya, karena tidak semua ditangani pemda, ini kerja bersama," ungkapnya.


Dalam rapat tersebut, anggota Komisi III Fauzan Alkatiri mengakui sudah memprediksi bencana alam tersebut pasca pembabatan hutan dengan izin perkebunan di kecamatan siwalalat, salah satunya yang dilakukan CV Sumber Berkat Makmur (SBM) dibawah kendali Imanuel Quedarusman selaku Komisaris Utama.


"Saya ingatkan secara tegas kepada pemda ketika sebuah kejahatan yang kita biarkan terus menerus, maka yang akan terima di masa depan yaitu kerusakan, dan hari ini sudah terbukti," ungkapnya.


Untuk itu, dirinya mengingatkan Pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan menanggulangi bencana kemanusian terjadi di kecamatan siwalalat.


Ditempat yang sama, ketua Komisi II Saoda tethol, meminta kepada Pemda agar secepatnya mengambil langkah untuk membantu masyarakat terdampak bencana.


"Besok sudah ada bantuan kepada masyarakat di tiga desa karena menjadi tanggungjawab bersama," pintanya.


Saoda juga meminta kepada pemda untuk melakukan reboisasi terhadap kerusakan hutan di kecamatan siwalalat.