PDAM Moa MBD Optimis Tingkatkan Pelayanan Profesional


TIAKUR - BERITA MALUKU.
Kepala Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Adam Lewier mengatakan, pihaknya kini terus meningkatkan kinerja pelayanan professional kepada para pelanggan serta ikut dalam memaksimalkan program PDAM. 


Kendati demikian, Lewier menyadari bahwa sisa anggaran penyertaan modal yang dikelola selama ini untuk melakukan opersaional perusahan daerah ini, termasuk pekerjaan penyambungan pipa baru maupun perbaikan mesin PDAM yang rusak, termasuk pembayaran gaji pegawai. 


“Tentunya hal ini membutuhkan anggaran yang bukan sedikit biaya operasinalnya. Intinya, kebutuhan di sini cukup banyak, sehingga perlu adanya penyertaan modal dari Pemda MBD untuk menutupi berbagai kebutuhan lainnya yang dianggap belum terpenuhi selama ini,” ujar Lewier kepada media ini akhir pekan kemarin.


Dikatakan, PDAM  Tiakur-Moa  baru terbangun sejak tahun 2014, namun maksimal yaitu baru berjalan dua tahun dari tahun 2019 semenjak dirinya dipercayakan untuk memimpin perusahan  daerah ini. 


“Jika dilihat dari hasil kinerja yang ada baru mulai nampak dan baru normal. Oleh sebab itu, perlu adanya kerja ekstra di bidang tugas masing-masing untuk memenuhi standar kebutuhan dan meningkatkan pendapatan pertahunnya. Termasuk juga pelayanan bagi masyarakat yang diinginkan harus maksimal,” tambahnya.


Lewier mengakui saat ini pihaknya sering mengalami kendala terkait produksi air bersih, disebabkan adanya gangguan mesin terutama pada saat sedang produksi tentunya harus membutuhkan listrik dan terhadap penggunaan solar cell selalu mengalami kendala anatara cuaca buruk maka berakibat tidak bisa terisi solar cell yang ada. Oleh sebab itu, pihaknya sedang berupaya agar bisa bekerjasama dengan pihak PT, PLN Tiakur untuk dilakukan penyambungan listrik agar produksi air tak lagi terkendala seperti yang dialami PDAM saat ini.


Dikatakan, PDAM yang dipimpinnya saat ini masih dianggap perusahan kecil dan belum mampu membiayai dirinya sendiri, olehnya itu, pihaknya berharap Pemda MBD dapat melihat hal ini, mengingat anggaran yang dibutuhkan masih banyak,. Di lain pihak pelanggan yang ada di Tiakur, pusat ibukota Kabupaten MBD  baru mencapai 1200  orang. Ini ditambah dengan pelanggan di luar Tiakur berjumlah kurang lebih 1700 pelanggan. 


“Seandainya pelanggan kita sudah mencapai 2000 ke atas maka kita (PDAM Tiakur) sudah bisa  mandiri dan tidak perlu lagi dikasih penyertaan modal, tetapi sayangnya perusahan ini baru dua tahun berjalan normal dan kini tak lagi mendapat penyertaaan modal dari pemeritah daerah karenanya kita hanya bisa jalan apa adanya sesuai dengan kemampuan perusahan,” ujarnya.


 Namun, di sisi lain, Tambah Lewier, Pemda MBD juga memiliki tunggakan rekening air PDAM senilai Rp.93.000.000, hal tersebut dibenarkan oleh Kasubag Umum Kepegawaian PDAM Tiakur caleu di saat ditemui wartawan d iruang kerjanya belum lama ini terkait tunggakan pembayaran rekening air. 


Selain itu, kata Lewier, pihaknya mermohon kepada Pemda MBD agar dapat membantu PDAM Tiakur untuk menyelesaikan tunggakan rekening air yang belum terselesaikan itu. 


“Selama ini kami telah menyurati pemda terkait tunggakan pembayaran rekening air dari tahun 2020. Namun surat kami belum juga dibalas meski sudah dua kali disurati alhasilnya khabar belum juga ada,” tutur Lewier.


Sementara itu, Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten MBD, Ricky Petruz yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa, terkait dengan tunggakan pembayaran rekening air selama ini. Dirinya dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya tentunya merespon baik terkait persoalan dimaksud, yakni tunggakan air PDAM yang selama ini belum dibayarkan, maka pihaknya akan berusaha membayar separuh dari rekening tagihan selanjutnya akan dibayarkan sisanya mengingat kebutuhan anggaran yang masih kurang dan terpusat pada satu pintu.


Sekda MBD, Drs. Alfonsius Siamiloy yang dimintai keterangannya menyebutkan, setiap tagihan rekening air yang mengalami hambatan agar terus berkordinasi dengan instansi terkait.


“Sekiranya dalam tagihan belum juga dibayarkan maka saran saya datang tagih terus biar dibayar. Karena ini menyangkut keberlangsungan perusahan daerah dan jangan sampai perusan daerah kita ini mengalami kemunduran alias macet,” tandas Sekda. (ever)