DPRD Maluku Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Provinsi ke-76


AMBON - BERITA MALUKU.
DPRD Provinsi Maluku, Kamis (19/8/2021), menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku ke-76, yang berlangsung di ruang rapat paripurna.


Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam pidatonya mengingatkan seluruh elemen masyarakat, agar mengenang dan memaknai jasa para pahlawan, khususnya yang berasal dari Maluku.

Dari awal perjuangan itulah, kata Gubernur, maka Maluku menjadi salah satu provinsi yang membentuk  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 17 Agustus 1945.

"Kata Bung Karno, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk terus bekerja dan berprestasi, sebagai wujud implementasi kemerdekaan Indonesia itu," kata dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury dalam pidatonya mengatakan, HUT Provinsi Maluku ke-76 memiliki nilai yang mendasar bagi pemerintah dan masyarakat.

"Melalui momentum HUT Provinsi Maluku ke-76, kita dapat mengevaluasi kebijakan, dan menata peran dan membangun diri secara bersama-sama untuk lebih baik kedepan," kata dia.

Menurutnya, harus diakui jika posisi Maluku sebagai salah satu pendiri NKRI sungguh sangat luar biasa. Maluku berfungsi sebagai salah satu pilar utama Indonesia.

"Bung Karno pernah berkata, Indonesia tanpa Maluku bukanlah Indonesia. Pernyataan Bung Karno ini menunjukan, adanya penghargaan yang besar kepada Maluku, sebagai pendiri NKRI," kata Wattimury.

Maluku, lanjut Wattimury, merupakan provinsi yang mewarnai Indonesia. Maluku juga adalah gen hidup, yang menghidupi Indonesia. Maluku merupakan sebagian jalan, dimana bangsa ini berjalan menuju cita-cita luhurnya.

Namun sayangnya, Maluku hingga saat ini masih diperlakukan kurang adil, sehingga membawa Maluku menjadi provinsi keempat termiskin di Indonesia.

"Mengapa kita rakyat Maluku dibuat tidak adil, sehingga pendidikan begitu terpuruk, jauh di bawah daerah lain. Bukan saja itu, pelayanan publik tidak berkembang dan kalah bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Tingkat pengangguran juga mengalami peningkatan," keluh Wattimury.

Wattimury juga menyayangkan, lantaran kekayaan alam Maluku yang diambil, tetapi tidak merubah kesejahteraan masyarakat Maluku.

"Tetapi Tuhan punya cara untuk mengangkat Maluku, dengan memberikan sumber daya alam yang melimpah, tetapi belum dapat dikelolah dengan baik," tandas dia.