DLH Maluku Wujudkan Pengelolaan SDA Berkelanjutan


AMBON - BERITA MALUKU.
Pembangunan sumber daya alam (SDA) dan Lingkungan Hidup (LH) diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip keberlanjuran pembangunan daerah maupun nasional di masa mendatang. 


Terciptannya keseimbangan antara pemanfaatan dan kelestarian SDA dan LH merupakan prasyarat penting bagi terlaksananya keberlanjutan pembangunan sDA dan LH tersebut. 


Pemanfaatan SDA yang terkendali dan pengelolaan LH yang ramah lingkungan akan menjadi salah satu modal dasar yang sangat penting bagi pembangunan secara keseluruhan. Selain itu ketersediaan SDA juga mampu memberikan sumbangan yang cukup berarti terhadap pembangunan ekonomi. 


Hal inilah yang terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku untuk mewujudkan pengelolaan SDA berkelanjutan, sebagai tindaklanjut misi Gubernur-Wakil Gubernur, Murad Ismail-Barnabas Orno. 


Menindaklanjuti hal dimaksud, Kepala DLH Maluku Roy Siauta mengungkapkan ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya pemberian bantuan anakan tanaman berupa cengkeh, pala, mangga, nangka, lengua, kepada lembaga peduli terhadap lingkungan termasuk partai politik, contohnya di ulang tahun PDI Perjungan, LSM, pergurun tinggi dalam hal ini fakultas kedokteran Universitas Pattimura Ambon, dan peringatan hari lingkungan, dengan harapan bisa berpotensi untuk kebutuhan masyarakat dikemudian hari. 


Program lainnya, yaitu penanganan sampah sebagai tindaklanjuti lanjut Maluku bebas sampah plastik yang telah dicanangkan Gubernur. 


"Gerakan ini terus kita tingkatkan dari tahun ke tahun, namun persoalannya adalah ketika masyarakat menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, itu juga menjadi masalah. sehingga ada ruang yang kita bisa intervensi contoh Teluk Ambon karena pesisir dan laut dari 0-12 mil merupakan kewenangan pemerintah provinsi," tutur Siauta dikonfirmasi, Selasa (03/08/2021).  


Ia mengakui ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan untuk menangani sampah agar tidak masuk ke Teluk Ambon, berupa pemasangan jaring sampah di lima muara sungai. Berdasarkan klasifikasi terdapat tiga sumber sampah yang bermuara ke Teluk Ambon, yaitu masyarakat di sepadan sungai, masyarakat sepadan pantai dan lokasi seperti pasar. 


Namun menurutnya, untuk penanganan perlu adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat Kota Ambon, jika tidak maka penanganan sampah akan sulit. 


"Jadi biarpun kita provinsi sosialisasi sampai mulut berbusa-busa dengan berbagai cara, namun tidak ada dukungan dari pemerintah dan masyarakat kota Ambon sama saja,"cetusnya. 


Berikutnya program kampung iklim (proklim) sebagai upaya membangun membangun ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim, bencana. Di Tahun 2020 Menteri Lingkungan Hiudup dan Kehutanan memberikan trophy Proklim kepada Negeri Haruku, Maluku Tengah, dan RT004 pohon pule, kota Ambon serta satu perngharagaan kepada negeri Amahai, Maluku Tengah. 


"Trophy ini diberikan karena mereka melakukan program-program yang mendukung dari sisi bagaimana memanfaatkan lingkungan, kegiatan ramah lingkungan," ucapnya. 


Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong agar di tahun ini seluruh kabupaten/kota harus mempunyai kampung Proklim, sehingga sadar dan merubah prespsi dari tidak ramah lingkungan menjadi ramah lingkungan, agar mempersiakan diri kalau terjdi bencana dan sebagainya. 


Hal lainnya, ungkap Siauta DLH juga melakukan kajian kualitas air dan udara terkait emesi kendaraan bermotor di kota Ambon.  


"Ada alat yang dipasang di gong perdamaian, jadi dia mematau emisi kendaraan bermotor. hasilnya langsung ke sentral di jakarta," terangnya. 


Berdasarkan laporan yang diterima, menurutnya kualitas air dan udara di Ambon masih jauh dari pencemaran.