90.990,6 Kg Limbah Medis Covid-19 Telah Musnahkan


AMBON - BERITA MALUKU.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku telah memusnahkan 90.990,6 Kg atau 90,9 ton limbah medis Covid-19. 


Puluhan ribu limbah itu dimusnakan di PT. Jasa Medivest Plant di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melalui pihak ketiga PT. Santosa Pratama. 


"Seluruh limba itu ditangani pihak ketiga PT Santosa Pratama, dikirim ke Karawang, Jawa Barat untuk dimusnahkan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Siauta kepada beritamalukuonline.com diruang kerjanya, Kamis (29/07/2021). 


Dijelaskan, 90.990,6 kg limbah media Covid-19 merupakan jumlah keseluruhan dari mei 2020-Juli 2021. Dimana untuk tahun 2020 sebanyak 58.694,00 kg atau 58 ton (4.509 box), di bulan mei mei sebanyak 5.147,80 kg (602 box), juni 11.086,55 kg (649 box), juli 11.129,05 kg (1.029 box), agustus 6.508,85 kg (642 box), september 16.675,80, oktober 409,30 (766 box), november 5.719,20 kg (444 box), desember 2.017,45 (377 box), total keseluruhan mencapai 


Sedangkan tahun 2021 dari januri-juli sebanyak 32.296,60 atau 32 ton (3.372 box), dengan rincian bulan januari 6.916,40 (703 box), februari 7.806,90 kg (930 box), maret 3.184,60 kg (263 box), april 5.423,00 kg (596 box), mei 2.407,00 kg (240 box), juni 1.765,70 kg (210 box), juli 4.793,00 kg (430 box). 


Menurutnya, keseluruhan limbah medis berupa infus bekas, masker, vial vaksin, jarum suntik, face shield, hazmat, APD, sarung tangan, alat PCR antigen dan alkohol ini berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, diantaranya Rumah Sakit (RS), seperti RSUD dr. M. Haulussy, RSUD Ishak Umarella, RS Bhayangkara, RS AL, RST, RSUD Masohi, RSU Saparua tempat isolasi terpusat di Asrama Haji, LPMP, dan BPSDM, laboratorium uji sampel seperti BPOM Ambon, BTKL-PP Kelas II Ambon. 


"Keseluruhan limbah dimaksud, kita laporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan dua kali dalam sebulan, yaitu dipertengahan bulan sekitar tanggal 13 dan akhir bulan di tangal 30 atau 31," ucapnya. 


Siauta memastikan, dalam penanganan limbah menerapkan standar operasional prosedur, dimana seluruh limbah dikumpulkan di TPA masing-masing RS maupun lokasi isolasi disemprot dengan disinfektan, dimasukan kedalam box steropong kemudian disemprot disinfektan, setelah itu diangkut ke kontener. 


"Kalau kontener sudah siap, hari itu juga diangkut ke kontener. Kalau tidak maka akan disusun dulu di sekitar lokasi, kalau kontener sudah ada baru diangkut dengan mobil khusus langsung dimaksukan ke kontener, kalau kontener sudah penuh langsung diangkut via surabaya-jawa barat untuk dimusnakan seperti incinerator menjadi debu," tuturnya. 


Dijelaskan, limbah yang dikirim ke Cikampek berasal dari pelayanan kesehatan yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi, termasuk RSUD dr. Ishak Umarella, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Lainnya merupakan tanggungjawab dari masing-masing kabupaten/kota. Dimana dalam penanganannya ada yang dibakar, namun ada juga yang ditanam. 


"Proses tanam limbah Covid-19 ini bukan seperti menanam tanaman, tetapi di cor," pungkasnya.