Pengungsi Sudah Mulai Kembali Ke Rumah, Dua Negeri Direlokasi

AMBON - BERITA MALUKU. Berdasarkan data BPBD Maluku Tengah per 18 Juni 2021, tercatat 8.821 jiwa mengungsi pasca Gempa Bumi 6,1 wilayah tersebut, tersebar di lima negeri, yaitu Saunulu 1.336 jiwa, Yaupulu 2.081 jiwa, Tehoru 2.310 jiwa, Haya 1.152, dan Teluti 424 jiwa. 


Dari jumlah tersebut, menurut Kepala BPBD Maluku Tengah, Abdul Latif Key, sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah. 


"Sebagian masyarakat sudah kembali, namun masih ada juga menetap, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah kembali," ujar Plt Kepala BPBD Maluku Tengah, Abdul Latif Key dikonfirmasi melalui telepone seluler, Minggu kemarin (20/06/2021). 


Dikatakan, dari lima negeri terdampak Gempa, dua diantaranya harus direlokasi karena berada di daerah patahan, yaitu Saunulu dan Mahu. 


"Di dua negeri, ada sebagian masyarakat yang harus direlokasi, terutama di seputaran pantai, karena berada di daerah patahan, sehingga tidak mungkin masyarakat tinggal di daerah situ,"u capnya. 


Untuk jumlah rumah yang direlokasi, dirinya tidak mengetahui pasti, karena masih dalam perencanaan. 


Menindaklanjuti hal dimaksud, pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait lahan dan persetujuan masyarakat yang terdampak relokasi. 


"Perencanaan memang begitu karena sudah tidak layak, sehingga kita akan membicarakan dengan pemerintah negeri dan masyarakat untuk pelaksanaan sosialisasi," ucapnya. 


Ditanya lokasi relokasi, menurutnya masih di seputaran kedua negeri, yang pastinya tidak berada di daerah patahan. "Apa yang dilakukan Pemda untuk keselamatan dan kemaslahatan masyarakat," tandasnya. 


Untuk kerusakan akibat Gempa, menurutnya berdasarkan data terdapat perubahan, atau menurun dari data sebelumnya 225 rumah. 


"Nanti kita melhat data terakhir dalam waktu dekat," cetusnya. 


Seluruh kerusakan akibat Gempa, ungkap Abdul akan diusulkan ke pemerintah pusat melalui SK Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal. 


"Besok akan ada tim dari pempus yang akan turun meninjau lokasi, seelah data semuanya lengkap dan tidak ada lagi gempa, barulah diusulkan. Jangan sampai diusulkan masih terjadi gempa, kemudian ada kerusakan, nanti data tumpang tindih. makanya kita menunggu sampai semuanya selesai, apalagi waktunya masih terlalu pendek untuk tentukan," pungkasnya.