Kunjungi Maluku, Menteri KP Dan Kepala Bappenas Tinjau Kawasan Terintegrasi Pelabuhan Ambon Baru dan LIN


AMBON - BERITA MALUKU.
Pembangunan kawasan Terintegrasi Pelabuhan Ambon Baru Dan Lumbung Ikan Nasional (LIN) menjadi tujuan utama dari kunjungan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Wahyu Sakti Trenggono. 


Sebelum ke lokasi pembangunan di Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah. Dua menteri kabinet Indonesia Maju terlebih dahulu meninjau perikananan tangkap di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. 


Dalam kunjungan ke kawasan Terintegrasi Pelabuhan Ambon Baru dan LIN, Kamis (17/06/2021), kedua Menteri turut didampinggi Gubernur Maluku, Murad Ismail, Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal, Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku, Abdul Haris, dan Kepala Dinas Perhubungan, Mohammad Malawat. 


Kedua Menteri mendapatkan penjelasan dari Kadis Perhubungan Maluku Mohammad Malawat tentang perencanaan pembangunan Ambon New Port diatas lahan seluas 200 hektare, bersebelahan dengan areal 700 hektare yang telah disiapkan Pemerintah provinsi Maluku untuk pembangunan pelabuhan terintegrasi dan "fish market" sebagai bagian dari upaya pemerintah menjadikan Maluku sebagai LIN. Dimana Pelabuhan Ambon baru akan menjadi pelabuhan terintegrasi di mana pembangunannya selain oleh pemerintah juga melibatkan pihak swasta.


Pembangunan Ambon new port dan pelabuhan terintegrasi, menurut Kepala Bappenas masih perlu dikaji untuk diputuskan dalam waktu dekat, sehingga pembangunannya dapat segera dimulai dan rampung sesuai target tahun 2023.


ia juga mememinta sosialisasi kepada masyarakat sebagai pemilik tanah dapat berjalan sesuai target september 2021, agar rencana pembebasan lahannya dapat berjalan lancar dan tidak terkendala.


Untuk rencana "ground breaking" yang dijadawalkan november 2021, berdasarkan pengamanatannya akan molor sampai tahun 2022. 


Walaupun demikian, ia menegaskan pembangunan ambon new port dan pelabuhan terintegrasi ini harus berjalan dan selesai tepat waktu sesuai harapan bapak Presiden yakni 2023. 


Karena itu, ia berharap atau rangkaian pekerjaan pembangunan beserta "timeline" dapat segera diserahkan, sehinga dapat dikaji dan diputuskan untuk penganggaranya oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. 


Sementara itu, Menteri KP Wahyu Sakti Trenggono, meminta agar penentuan lokasi pelabuhan Ambon new port dapat diputuskan dengan benar, dan sesuai dengan hasil kajian, terutama menyangkut kedalaman dan arus air laut, gelombang, mengingat kapal yang akan beroperasi di Ambon new port ini berukuran besar. 


Sesuai rencana usai meninjau lokasi tersebut, kedua Menteri akan meninjau lokasi terintegrasi New Prot B dan C dari arah laut dengan menggunakan KM Siwalima, tetapi rencana tersebut batal, karena Menteri KP Sakti Trenggono akan menuju Gorontalo, sedangkan Kepala Bappenas harus berangkat menuju Tual.