DKP Maluku Usulkan KKT Sebagai Kampung Rumput Laut


AMBON - BERITA MALUKU.
Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) diusulkan menjadi kampung rumput ke dalam program budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 


Usulan ini menindaklanjuti hasil survei yang dilakukan Balai Perikanan Budidaya sebagai UPT KKP, dan Dinas Kelauan dan Perikanan (DKP) Maluku.  


"Dari hasil survei potensinya rumput laut disana besar, sehingga KKT diusulkan sebagai kampung rumput laut," ungkap Kepala Bidang Perikanan Budidaya P2HP, Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku, Karolis W Iwamony kepada wartawan, Kamis (17/06/2021). 


Menindaklanjuti hal tersebut, ia mengakui sudah dua kali mengikuti video conference bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terkait usulan dimaskud. 


Dirinya berharap usulan ini disetujui KKP, sehingga pengembangan pengembangan rumput laut di Tanimbar akan jauh lebih baik. 


"Karena kalau ditetapkan sebagai kampung rumput laut, maka mulai dari hulu sampai hilir di urus, jadi mulai dari budidaya sampai pemasaran bahkan pengolahan sampai pengiriman," ucapnya. 


Guna mendukung pengembangan rumput laut, kata Karolis tahun ini DKP Maluku memberikan bantuan sarana sebanyak 9 paket untuk 9 kelompok pembudidaya rumput laut, berupaya tali, pelampung dan benih, jika ditotalkan mencapai Rp60 juta per paket.  


"Karena dari hasil identifikasi, disana wilayahnya luas, lokasinya banyak, sentralnya tetapi sarananya terbatas, seperti Tali dan Benih," tuturnya.  


Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan sertifikasi CBIB untuk meningkatkan produksi rumput laut di Tanimbar. Mengingat kedepan sertifikat CBIB akan menjadi syarat prodaknya dari pembuidaya layak atau tidak. 


"Proram ini sudah kita lakukan dari tahun 2018, dan di tahun 2021 ini kemungkin di desa Lermatang, Jadi pembudidaya ini harus punya sertifkat CBIB," tandasnya.